Categories
Berita

Cara Mudah Menukar Sampah jadi Tabungan Emas di Pegadaian

Emas menjadi salah satu investasi favorit banyak kalangan masyarakat. Saat ini, menabung emas pun bisa dilakukan dengan mudah tanpa harus memiliki dana yang banyak.

Dan yang lebih menariknya adalah masyarakat umum bisa menukar sampah jadi tabungan emas di Pegadaian.

Pegadaian pun memiliki program bernama The Gade Clean and Gold. Program ini dibentuk untuk menggerakkan masyarakat agar menyetor sampah ke bank sampah milik Pegadaian.

Kemudian, nantinya sampah tersebut akan dikonversikan dalam bentuk emas sebagai gantinya. Lantas, bagaimana cara menukar sampah jadi emas di Pegadaian?

Dirangkum dari laman resmi Pegadaian, berikut cara menukar sampah jadi emas di Pegadaian:

  1. Masyarakat memilah, menbersihkan, dan mengelompokkan sampah organik dan non organik.
  2. Kemudian, masyarakat datang ke bank sampah milik Pegadaian yang ada di wilayah masing-masing. Lokasi bank sampah dapat dilihat di sini: https://www.pegadaian.co.id/tanggung-jawab-sosial/bina-lingkungan
  3. Sampah akan dihitung nilainya oleh petugas di bank sampah.
  4. Kemudian, nilai sampah akan digramkan oleh Pegadaian dan masuk tabungan emas.

Satu kilogram sampah yang sudah dipilah dan dibersihkan, jika diuangkan bernilai Rp 6.000. Kemudian akan digramkan dalam bentuk emas oleh Pegadaian dan masuk sebagai tabungan emas.

Bisnis tabungan emas PT Pegadaian (Persero) laris manis di tengah pandemi. Tekanan di pasar saham dan surat utang, diikuti oleh semakin mini bunga acuan Bank Indonesia, membuat masyarakat melirik logam mulia.

Sekretaris Perusahaan Pegadaian R. Swasono Amoeng Widodo menyatakan, terdapat 6,2 juta rekening nasabah tabungan emas Pegadaian hingga Agustus 2020. Jumlah rekening itu tumbuh 98,8% year on year (yoy) dibandingkan Agustus 2019.

“Saldo titipan nasabah tabungan emas Pegadaian mencapai 5,2 ton hingga 31 Agustus 2020. Ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 56,95% yoy. Hal ini menunjukkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya investasi,” ungkap Amoeng.

Lanjutnya, banyaknya peminat tabungan emas ini tak lepas dari pandemi Covid-19. Lantaran banyak nasabah mengalihkan dana yang dimiliki ke dalam bentuk tabungan emas yang lebih aman.

Baca juga: Emas Jadi Pilihan Investasi di Masa Resesi

Sumber: Kontan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *