Categories
Berita

Dolar AS Bangkit dari Level Terendah 2 Tahun, Harga Emas Terkikis

Aneka emas batangan dan koin emas

JAKARTA – Laju harga emas terkikis pada perdagangan akhir pekan seiring dengan bangkitnya dolar AS dari level terendah 2 tahun. Dolar AS rebound setelah Kongres AS belum mencapai kesepakatan soal stimulus.

Pada penutupan perdagangan Sabtu (19/12/2020) pagi WIB, harga emas spot terkoreksi 0,22 persen atau 4,07 poin menjadi US$1.881,35 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Februari 2021 juga turun 0,08 persen atau 1,5 poin menuju US$1.888,9 per troy ounce.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sejumlah mata uang utama naik 0,22 persen menjadi 90,106. Sebelumnya, Indeks Dolar berkutat di level 89, atau posisi terendah 2 tahun terakhir.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan Kamis (17/12/2020), harga emas berjangka menguat 1,6 persen menjadi US$1.889 per ounce, tertinggi dalam hampir enam minggu.

Harga emas dan dolar AS berbalik arah setelah rapat Kongres belum menemukan kesepakatan tentang tagihan pengeluaran federal untuk stimulus ekonomi di tengah pandemi. Pasar saham pun turun karena kemungkinan bahwa Kongres akan mencapai kesepakatan bantuan menjelang akhir pekan menyusut.

Kongres terus memperdebatkan undang-undang yang akan memberi orang dan bisnis harapan untuk menahan meningkatnya korban ekonomi yang disebabkan oleh pandemi.

Tawaran oleh Partai Republik untuk membatasi program pinjaman Federal Reserve mengancam untuk menggagalkan negosiasi. Sebelumnya, legislator AS pada hari Rabu mengatakan bahwa para negosiator di Kongres AS semakin dekat untuk menyepakati paket bantuan Covid-19 senilai US$900 miliar yang direncanakan untuk memberikan cek stimulus sebesar US$600 – US$700 per individu.

Baca juga: Harga Emas Meroket Dipicu Optimisme Paket Stimulus AS

Laporan Monex Investindo Futures menyebutkan harga emas bergerak naik sekitar 1 persen pada hari Kamis (17/12) karena indeks dolar AS yang memperdalam penurunannya dibalik progres rencana stimulus AS dan komitmen Federal Reserve AS tersebut, karena memompa lebih banyak uang tunai serta mempertahankan suku bunga rendah.

Analis pasar di salah satu broker internasional mengatakan bahwa keputusan The Fed jelas indikasikan bahwa mereka tidak nyaman dengan pemulihan ekonomi saat ini.

Dia juga menambahkan bahwa mengingat sikap The Fed dan bank sentral lainnya, ada indikasi bahwa inflasi akan naik di masa depan dan dengan indeks dolar AS akan sedikit menurun, maka emas terlihat sebagai investasi yang menarik.

Sumber: Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *