Categories
Berita

Emas Turun, Investor Lebih Memilih Dolar

Harga emas dunia terpangkas US$11,90 menjadi US$ 1.698 per ounce pada akhir perdagangan Selasa 12 Mei 2020 pagi WIB. Hal ini dikarenakan adanya kekhawatiran akan datangnya gelombang kedua virus corona sehingga investor lebih memilih untuk memborong dolar AS sebagai safe haven mereka.

Pada hari perdagangan ini, permintaan atas emas terlihat menurun, dan sebaliknya permintaan atas dolas AS terpantau meningkat untuk jangka waktu pendek. Akan tetapi, analis memperkirakan bahwa permintaan atas dolar AS untuk jangka panjang akan melemah sehingga investor akan lebih condong beralih ke emas sebagai aset safe haven.

Seperti diketahui sebelumnya, penurunan kasus virus corona di beberapa negara membuat pemerintah setempat melonggarkan lockdown guna menggerakkan kembali roda perekonomian yang sempat lumpuh. Hal ini membuat orang-orang mulai lebih leluasa beraktifiktas di luar rumah, dan berujung pada peningkatan interaksi dan kontak antar manusia.

Namun perlu diingat bahwa vaksin untuk Covid-19 ini belum ditemukan, sehingga walaupun pembatasan sosial sudah mulai dilonggarkan, kita tetap harus waspada atas virus mematikan ini. Vaksin untuk virus corona ini sangat dibutuhkan guna membuat orang menjadi kebal atas virus ini.

Jadi selama vaksin belum ditemukan, ancaman terkena infeksi virus corona tetap selalu ada. Hal inilah yang terjadi di negara-negara yang sebelumnya menganggap wabah sudah berlalu di negara mereka, seperti Korea Selatan, China dan negara lainnya.

Di Korea Selatan, pemerintah setempat mulai memperbolehkan orang-orang untuk beraktifitas seperti biasa karena jumlah kasus baru per hari di negeri ginseng itu sudah sangat rendah. Akibatnya, warga Korea banyak yang sudah rindu untuk ke bar dan klub malam yang sudah diizinkan untuk beroperasi lagi. Pada akhir minggu kemarin, tercatat kasus 34 orang terinfeksi Covid-19 akibat penyebaran di sebuah klub malam.

Sementara itu di China, tercatat 14 kasus virus corona di kota Shulan dalam dua hari terakhir. Hal ini mendorong pemerintah China untuk langsung menerapkan lockdown di kota yang berada di provinsi Jilin tersebut. Begitu juga dengan kota Wuhan yang baru beberapa minggu lalu dicabut status lockdown nya. Kota yang menjadi ground zero pandemi Covid-19 ini melaporkan setidaknya lima kasus baru setelah diklaim lebih sebulan bebas dari kasus baru corona.

Sekali lagi ditekankan bahwa selama vaksin atau pengobatan lain belum ditemukan, maka ancaman akan datangnya gelombang berikut virus corona ini selalu ada. Kita tentunya tidak ingin roda perekonomian yang sudah sempat berhenti dan kini perlahan mulai berputar lagi, kembali berhenti lagi, karena dampaknya ke perekonomian bisa semakin hancur.

Inilah yang memicu aset-aset yang masuk kategori safe haven seperti emas dan dolar AS terus diburu investor di masa yang tidak menentu ini.

One reply on “Emas Turun, Investor Lebih Memilih Dolar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *