Categories
Emas Antam

Harga Emas Antam Bakal Turun di Bawah 1 Juta?

JAKARTA – Harga emas Antam terus menunjukkan tren penurunan mengikuti pergerakan emas global. Kini harganya dibanderol Rp 1.006.000 per gram.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan, harga emas ke depan akan melanjutkan penurunan, bahkan emas global berpotensi ke level 1.700-an Dollar AS per troy ons.

“Ada kemungkinan dalam bulan-bulan September-Oktober harga emas akan kembali ke 1.700-an (dollar AS per troy ons). Berarti, harga logam mulai kemungkinan besar akan di Rp 850.000-an,” ujarnya kepada Kompas seperti dikutip pada Minggu (27/9/2020).

Menurut dia, hal ini dipengaruhi beberapa sentimen global, seperti penemuan vaksin Covid-19 oleh sejumlah negara, yang menunjukkan potensi pemulihan ekonomi.

Selain itu, disebabkan outlook suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang sebelumnya akan mempertahankan suku bunga rendah hingga 2023, kini pasar melihat adanya kemungkinan naik sebelum 2023.

Maka mata uang dollar AS pun menjadi menarik karena jumlah uang beredar akan turun, sehingga akan ada banyak orang cenderung mengalihkan investasinya ke dollar AS.

Selain itu juga dipengaruhi oleh ketidakpastian stimulus AS selanjutnya untuk membantu perekonomain negara adidaya itu. Sehingga investor pun mulai beralih mencari perlindungan dalam bentuk dollar AS.

“Kemungkinan besar sampai akhir Desember, stimulus tunjangan pengangguran 400 dollar AS per minggu tidak akan dilakukan. Nah akhirnya adalah pasar sedikit kecewa, wajar kalau seandainya indeks dollar AS terus alami penguatan,” jelas Ibrahim.

Melihat potensi penurunan itu, Ibrahim pun menyarankan masyarakat yang ingin masuk ke investasi emas untuk menunda dahulu atau wait and see, agar bisa beli di harga yang rendah.

“Investor baiknya wait and see dulu, menunggu di level 1.700-an,” kata dia.

Ibrahim bilang, saat harga emas mencapai rekor tertinggi polanya memang akan kembali mengalami penurunan, dan akan memakan waktu lama untuk mencapai rekor barunya.

Ia berkisah, seperti pada tahun 2011 ketika emas menyentuh level tertinggi di 1.920 dollar AS per troy ons, nilai ini terus terkoreksi hingga sempat ke 1.150 dollar AS per troy ons. Barulah di tahun 2020 atau 9 tahun kemudian, rekor baru tercapai ke level 2.074 dollar AS per troy ons.

“Sekarang level 2.074 (dollar AS per troy ons) sudah tercapai, artinya kemungkinan besar emas akan terkoreksi saat ini,” kata Ibrahim.

Baca juga: Indonesia Bakal Resesi, Gimana Caranya Cuan dari Emas?

Sumber: Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *