Categories
Berita

Harga Emas Berhasil Reversal, Naik 0,84 Persen

Emas batangan (ilustrasi)

JakartaHarga emas berhasil membalikan arah (reversal) pada akhir perdagangan Senin (Selasa, 12 Januari pagi WIB), melonjak US$ 15,4 per ounce atau 0,84 persen, setelah anjlok lebih dari 4 persen pekan lalu.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange ditutup pada 1.850,80 per ounce, atau naik 0,84 persen. Akhir pekan lalu, Jumat (8/1/2021), emas berjangka ambles US$ 78,2 atau 4,09 persen di level US$ 1.835,40 per ounce.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, mencapai level tertinggi tiga minggu, dibantu oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS 10 tahun.

“Jika kurva imbal hasil menjadi lebih curam dan perbedaan menjadi jauh lebih luas, perkirakan untuk melihat pemulihan yang kuat dalam dolar meskipun ada miliaran baru dalam stimulus yang diharapkan,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Baca juga: Prediksi Harga Emas 2021: Mungkinkah Tembus Rp 1 Juta Lagi?

Presiden terpilih Biden mengatakan pada Jumat (8/1/2021) bahwa warga Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan ekonomi akibat pandemi virus corona sekarang. Biden akan menyampaikan rencana stimulus yang menelan biaya “triliunan dolar” pada Kamis (14/1/2021).

Sementara emas secara umum dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat diakibatkan dari stimulus yang meluas, terutama tahun lalu, itu telah berubah karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 64,7 sen atau 2,63 persen menjadi US$ 25,284 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$ 26,7 atau 2,49 persen menjadi US$ 1.044,60 per ounce.

Sumber: Investor Daily

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *