Categories
Berita

Harga Emas Dunia Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung

HargaEmas.com – Setelah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, investor emas akhirnya berbondong-bondong melakukan aksi ambil untung (profit taking) yang menyebabkan harga emas jatuh di perdagangan kemarin dan ditutup pada Jumat pagi WIB (22/5/2020) turun $30 atau -1,72% ke level $1.721. Koreksi ini dianggap masih normal mengingat emas naik cukup tajam beberapa hari ini sehingga investor perlu merealisasikan keuntungan mereka.

Sentimen untuk akhir pekan ini masih positif. Pemerintah mulai membuka kembali bisnis-bisnis yang sudah tutup selama berminggu-minggu bahkan bulanan. Lebih lanjut, beberapa laga olahraga yang sempat tertunda sudah dijadwalkan untuk dilanjutkan kembali dalam beberapa minggu ke depan. Bahkan cabang-cabang olahraga untuk musim mendatang seperti NBA, NHL dan NFL diharapkan dapat dimulai normal sesuai jadwal.

Satu lagi sentimen positif di pasar adalah kenaikan mengejutkan dari harga minyak mentah yang pada perdagangan terakhir sudah berada di atas $34 per barrel. Adapun pelonggaran lockdown membuat bisnis-bisnis mulai dibuka kembali, dan harapannya kebutuhan akan minyak akan semakin meningkat. Sekedar informasi, harga minyak mentah sempat hancur total dan mencetak sejarah karena harganya turun di bawah nol yakni minus $37 per barrel.

Lebih lanjut, data ekonomi global untuk bulan Mei 2020 mulai membaik. Purchasing Managers Index (PMI) atau indeks pembelian maanajer yang menjadi barometer untuk beberapa negara menunjukkan angka kenaikan yang bagus. Seperti di zona Eropa di mana angka PMI naik dari 13,6 di bulan April menjadi 30,5 di bulan Mei. Demikian juga di Inggris yang mencatat angka 28,9 dibandingkan 13,8 di bulan sebelumnya. Australia juga tidak ketinggalan melaporkan kenaikan PMI dari 21,7 menjadi 36,4 untuk bulan Mei.

Dari pasar modal Amerika Serikat, indeks-indeks utama seperti Dow Jones Industrial, S&P 500 dan Nasdaq Composite, semuanya melemah akibat tambah memburuknya hubungan China-AS dalam beberapa minggu terakhir. Saat ini Senat AS sedang menyusun Rancangan Undang-Undang yang melarang perusahaan-perusahaan asal China untuk trading di bursa mereka.

Jika berkaca pada pola yang terbentuk selama pandemi Covid-19, logam mulia seperti emas dan perak bergerak searah dengan arah indeks saham AS. Jadi jika indeks saham bergerak melemah, maka hal ini akan diikuti dengan penurunan harga emas. Demikian sebaliknya.

Lalu, bagaimana pergerakan emas selanjutnya? Secara teknikal, harga emas yang sedang turun ini akan berhadapan dengan level support di $1.715 (S1) dan kemudian $1.700 (S2). Sedangkan penguatan emas akan dilawan di level resisten terdekatnya di $1.735 (R1) dan $1.751 (R2), sebelum kemudian akan mengetes angka tertinggi bulan April $1.788.

3 replies on “Harga Emas Dunia Anjlok Akibat Aksi Ambil Untung”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *