Categories
Berita

Harga Emas Dunia Naik Lagi, Sempat Sentuh $1.750

Menurut pantauan HargaEmas.com emas dunia mulai bergerak naik pada Jumat (15/5/2020) pukul 19.40 WIB, di mana tercatat lonjakan dari $1.736 ke $1.744. Emas kemudian melanjutnya penguatannya hingga menyentuh level $1.750,20 pada pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya ditutup pada akhir perdagangan Sabtu (16/5/2020) pagi WIB di level $1.742,20. Dengan demikian, sepanjang pekan ini emas tercatat berhasil melakukan kenaikan harga dalam empat hari berturut-turut.

Secara analisa teknikal, level resisten emas selanjutnya berada di $1.750 yang apabila berhasil ditembus akan menuju ke $1.788. Sedangkan level support terdekat berada di $1.710. Sepanjang emas berada di atas $1.710, emas masih aman untuk dipegang. Namun apabila pelemahannya menembus $1.710 maka tujuan berikutnya adalah $1.700 dan selanjutnya 1.692.

Adapun triger penguatan emas hari ini datang dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang merilis data produksi industri di Amerika Serikat pada bulan April 2020 anjlok 11,2%. Penurunan 11,2% ini menjadi yang terburuk sejak tahun 1919. Setali tiga uang, penjualan ritel untuk bulan yang sama juga merosot 16,4% mengingat sebagian bisnis ritel terpaksa tutup selama lockdown diberlakukan.

Kilas balik selama pekan ini, investor memasang status waspada terhadap investasi yang beresiko lebih tinggi, dan lebih nyaman untuk bermain aman di aset yang berkategori safe haven seperti dolar AS dan emas. Hal inilah yang mendorong permintaan tinggi atas logam mulia yang berimbas pada penguatan emas secara signifikan pada pekan ini.

Emas akhirnya bangun dari tidurnya setelah berkonsolidasi selama satu pekan terakhir. Data-data ekonomi AS yang dirilis sepanjang minggu ini semuanya buruk. Mulai dari data tingkat pengangguran yang masih tinggi sampai anjloknya penjualan ritel dan produksi pabrik.

Belum lagi kabar global mengenai virus corona yang tak kunjung usai. Negara-negara seperti Korea Selatan, China dan Jerman yang sebelumnya mengklaim telah berhasil mengalahkan virus corona dengan tidak mencatat jumlah kasus baru yang signifikan per harinya, mulai melaporkan lonjakan kasus baru di beberapa wilayah mereka. Hal inilah yang menimbulkan kekhawatiran akan datangnya gelombang baru Covid-19. Akhirnya, kebijakan pelonggaran lockdown yang sudah mulai diberlakukan akan ditinjau kembali. China malah langsung menerapkan status lockdown untuk kota Shulan di provinsi Jilin akibat laporan klaster baru virus ini.

Ibarat memberikan garam pada suatu luka, keadaan global tambah parah setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memutuskan hubungan dengan China akibat virus corona ini. Seorang senator yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Senat AS saat ini sedang menyusun Covid-19 Accountability Act, sebuah undang-undang pertanggungjawaban atas pandemi Codid-19. Menurut bocoran yang beredar, UU tersebut memberikan otoritas pada pemerintah AS bersama sekutunya dan WHO untuk mengadakan penyelidikan terhadap China.

Kalau China nantinya dinyatakan yang paling bertanggungjawab mengenai virus corona ini, sejumlah sanksi yang diatus dalam UU tersebut sudah menunggu China. Di antaranya, larangan masuk bagi warga China, pembekuan aset individu dan perusahaan China yang berada di AS sampai larangan percatatan saham bagi perusahaan China di bursa AS

Sebagai penutup, Phil Streible, Chief Market Strategy di Blue Line Futures, mengatakan kepada Reuters bahwa saat ini investor tidak mau mengambil terlalu banyak resiko dikarenakan situasi sekarang dan untuk jangka pendek ke depan diliputi ketidakpastian. Karenanya, aset emas adalah yang paling cocok untuk tujuan investasi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *