Categories
Berita

Harga Emas Jatuh di Akhir Pekan Ini

Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Sabtu pagi WIB (09/05/2020) setelah data kehilangan pekerjaan di Amerika Serikat yang baru dirilis ini sedikit lebih baik dari perkiraan pasar.

Para analis sebelumnya kompak memperkirakan bahwa negeri Paman Sam itu kehilangan sekitar 22 juta pekerjaan pada bulan April 2020. Akan tetapi, data yang baru saja dirilis melaporkan jumlah kehilangan pekerjaan di AS pada bulan April 2020 “hanya” mencapai 20,5 juta.

Lebih lanjut, tingkat pengangguran juga tercatat 14,7 persen, di mana angka ini lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 16 persen.

Konsekuensinya, data yang sedikit lebih bagus dari perkiraan pasar ini disambut baik oleh pasar saham. Investor mulai mengalihkan sebagian asetnya dari emas ke saham sehingga mendorong pelemahan harga saham dunia yang jatuh US$ 11,90 atau 0,69% ke harga US$ 1.713,90 per troy ounce.

David Meger, Direktur Perdagangan High Ridge Futures, yang diminta pendapatnya mengatakan bahwa meskipun jumlah kehilangan pekerjaan sebanyak 20,5 juta dalam sebulan terakhir merupakan suatu jumlah yang cukup buruk, namun angka yang lebih baik dari perkiraan analis sudah cukup untuk membangkitkan optimisme pasar bahwa ekonomi di Amerika Serikat akan mulai bangkit lagi seiring pelonggaran lockdown di beberapa negara bagian.

Dalam sepekan ini harga emas dunia bergerak seperti roller coaster dan berakhir hanya naik tipis dari harga perdagangan di awal minggu. Pergerakan yang relatif terbatas ini dikarenakan sejumlah perkembangan yang bertolak belakang.

Di satu sisi, wabah pandemi virus corona diharapkan akan segera berakhir menyusul relaksasi kebijakan lockdown di sejumlah negara bagian di AS. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran akan mulainya perang dagang jilid baru antara China dan Amerika Serikat.

Lalu, ke mana arah pergerakan emas minggu depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *