Categories
Berita

Harga Emas Kembali Naik, Ini Pendorongnya

Tumpukan emas batangan yang sedang dihitung

CHICAGO – Harga emas masih melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Selasa (5/1/2021) waktu setempat atau Rabu (6/1/2021) pagi WIB. Hal ini menjadikan kenaikan dalam 5 hari perdagangan secara berturut-turut.

Kenaikan harga logam mulia ini ditopang melemahnya dollar AS dan meningkatnya kekhawatiran terhadap Covid-19 ketika investor menunggu hasil pemilihan putaran kedua Senat AS di negara bagian Georgia yang dapat memengaruhi prospek untuk lebih banyak stimulus fiskal.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi COMEX New York Exchange, ditutup naik 7,8 dollar AS atau 0,4 persen pada 1.954,40 dollar AS per ounce.

Baca juga: Harga Emas Naik Meski Vaksin Mulai Didistribusikan, Ini Penyebabnya

Sehari sebelumnya, Selasa (5/1/2021) emas berjangka melonjak 51,5 dollar AS atau 2,72 persen menjadi 1.946,60 dollar AS.

“Dengan lebih banyak risiko yang terkait dengan virus, dalam jangka pendek kami melihat orang-orang memindahkan uang ke tempat berlindung yang aman,” kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank, Chris Gaffney.

Dia menyebutkan, pelemahan dollar AS telah menjadi salah satu pendukung utama untuk emas dalam beberapa hari pertama 2021.

Inggris melakukan penguncian nasional baru di tengah meningkatnya kasus Covid-19. Sementara New York menemukan kasus pertama dari varian baru Virus Corona yang lebih menular.

Indeks dollar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun mendekati posisi terendah April 2018, menjadikan emas sebagai taruhan yang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun demikian, data ekonomi yang positif membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Institute for Supply Management melaporkan bahwa indeks manufaktur AS naik menjadi 60,7 persen pada Desember dari 57,5 persen pada November, level tertinggi sejak Agustus 2018.

Tetapi investor juga tampak berhati-hati menunggu hasil dari pemilihan putaran kedua di Georgia yang akan menentukan kendali atas Senat AS – dan karena itu kemampuan untuk memblokir atau memajukan agenda Presiden terpilih Demokrat Joe Biden – ada dalam pemungutan suara.

“Tidak ada satu bank sentral pun yang berbicara tentang menaikkan suku bunga di seluruh dunia. Jadi itu akan mempertahankan penawaran emas,” kata Kepala Pedagang Investor Global AS Michael Matousek.

Banyak investor melihat emas yang tidak memberikan imbal hasil sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang mereka khawatirkan dapat terjadi akibat langkah-langkah stimulus yang besar.

Adapun logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Maret naik 27,6 sen atau 1,01 persen menjadi 27,64 dollar AS per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April naik 48,1 dollar AS atau 4,49 persen menetap di 1.119,6 dollar AS per ounce.

Sumber: Kompas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *