Categories
Berita Opini

Harga Emas Naik Lagi, Terkerek Nada Dovish Bank Sentral

BAGIKAN:
Ilustrasi pergerakan harga emas yang naik satu persen

JAKARTA – Harga emas menguat lebih dari satu persen pada akhir perdagangan pekan ini (Sabtu, 6 November pagi WIB) menjadi bertengger kembali di atas level psikologis 1.800 dolar karena nada dovish bank-bank sentral utama tentang suku bunga minggu ini mengangkat permintaan untuk logam safe-haven, juga didukung melemahnya imbal hasil obligasi.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terangkat $23,3 atau 1,3 persen menjadi $1.816,80 per troy ounce. Minggu ini, pengumuman bank-bank sentral membantu harga emas berbalik dari kerugian awal menjadi mencatat kenaikan mingguan terbaik sejak akhir Agustus sekitar 1,8 persen.

“Terlepas dari laporan pasar tenaga kerja yang kuat, itu tidak akan mengubah apa yang ditunjukkan oleh Ketua Federal Reserve Jerome Powell minggu ini,” kata Analis Pasar Senior OANDA, Edward Moya.

Baca juga: Emas jadi Aset dengan Kinerja Terburuk Tahun Ini

Federal Reserve pada Rabu (3/11/2021) berpegang teguh pada pandangannya bahwa inflasi akan terbukti sementara dan kemungkinan tidak akan memerlukan kenaikan suku bunga yang cepat. Setelah itu, bank sentral Inggris (BoE) mengejutkan pasar dengan mempertahankan suku bunga tak berubah.

Suku bunga mendekati nol untuk memacu pertumbuhan ekonomi selama pandemi COVID-19 telah mendorong harga emas ke level tertinggi baru selama dua tahun terakhir, karena kebijakan moneter yang longgar memangkas peluang kerugian memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.

“Emas yang bullish tampaknya menarik kekuatan dari sikap Fed yang tidak tergesa-gesa dalam menaikkan suku bunga,” kata Analis FXTM Lukman Otunuga, menambahkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah yang lemah juga menopang kenaikan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS merosot ke level terendah dalam waktu sekitar satu bulan, menyusul laporan data penggajian (payrolls) nonpertanian yang lebih baik dari perkiraan pada Oktober.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (5/11/2021) bahwa ekonomi AS menambahkan 531.000 pekerjaan pada Oktober, rebound tajam dari bulan sebelumnya dan juga lebih tinggi dari kenaikan 450.000 pekerjaan yang diperkirakan.

Permintaan emas fisik di India, konsumen terbesar kedua di dunia, melonjak minggu ini karena pembeli mengambil keuntungan dari sedikit penurunan harga dan membeli logam mulia selama musim festival.

Sumber: Antara

BAGIKAN:

One reply on “Harga Emas Naik Lagi, Terkerek Nada Dovish Bank Sentral”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *