Categories
Berita Opini

Harga Emas Turun $13, Terpukul Harapan Damai Rusia-Ukraina

BAGIKAN:
Harga emas akan turun drastis apabila terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina

Jakarta – Harga emas melemah dan mencatat minggu terburuk dalam hampir empat bulan pada akhir perdagangan Sabtu, 19 Maret pagi WIB. Hal ini terjadi setelah permintaan untuk logam mulia terpukul oleh harapan kemajuan dalam pembicaraan damai antara Rusia dan Ukraina serta dampak dari kenaikan suku bunga AS.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April turun $13,9 (-0,72%) menjadi ditutup di $1.929,30 per troy ounce. Untuk minggu ini, harga emas terpangkas 2,8 persen yang merupakan penurunan mingguan terbesar sejak November tahun lalu.

Dolar AS melonjak terhadap para pesaingnya, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Dolar menguat karena Amerika Serikat dan Inggris telah memulai rezim baru dengan suku bunga yang lebih tinggi.

Baca juga: Harga Emas Turun Lagi dan Bakal Lanjut Turun, Lepas Dulu?

Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (16/3/2022) menaikkan suku bunga acuan seperempat poin persentase menjadi antara 0,25 persen dan 0,5 persen serta menyusun rencana untuk kenaikan berkelanjutan dalam kebijakan suku bunganya.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan peluang kerugian bagi pemegang emas yang tidak mendapatkan bunga.

“Kami telah melihat momentum yang didorong oleh invasi dan kemarahan spekulatif untuk emas secara besar-besaran selama 10 hari terakhir,” kata Kepala Strategi Pasar Capital.com, David Jones.

Harga emas turun 2,8 persen minggu ini karena optimisme atas pembicaraan damai mengangkat sentimen di pasar keuangan yang lebih luas, mengurangi permintaan untuk aset safe-haven.

“Jika ada gencatan senjata atau semacam kesepakatan, emas bisa turun cukup cepat,” kata Analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Namun Analis Standard Chartered, Suki Cooper mengatakan dalam sebuah catatan bahwa bank sentral AS yang hawkish tidak menggagalkan sentimen positif terhadap emas dan bahwa risiko geopolitik saat ini telah meningkatkan kekhawatiran inflasi, menyalakan kembali minat jangka panjang pada emas.

“Sementara pasar fisik berada di bawah tekanan, pertumbuhan minat investor telah lebih dari mengimbangi kelemahan ini untuk saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan harga yang bergejolak akan tetap ada,” tambah Cooper.

Para analis pasar memperkirakan jalan jangka pendek yang berombak ke depan, dengan level $1.900 menjadi dukungan utama. Pada langkah selanjutnya, perkembangan konflik Rusia-Ukraina dan keputusan The Fed selanjutnya akan menjadi penggerak pasar utama untuk harga emas.

Sumber: Antara

BAGIKAN:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *