Categories
Berita Opini

Indonesia Bakal Punya Pabrik Emas Raksasa, Kapan Beroperasi?

BAGIKAN:
Smelter Freeport yang dibangun di Gresik bakal menjadi pabrik emas raksasa berkapasitas 52.000 kiogram per tahun.

Jakarta – Indonesia bakal memiliki pabrik raksasa penghasil emas pada tahun 2024. Pabrik tersebut adalah Prescious Metal Refinery (PMR) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus Java Integrated and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur.

Tidak tangung-tangung, pabrik PMR itu bisa menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun atau 52.000 kilogram per tahunnnya. Produksi emas itu dilakukan dari hasil olahan produk sampingan konsentrat tembaga yakni Lumpur Anoda sebanyak 6.000 ton per tahun.

“Lumpur anoda bisa menghasilkan emas sebanyak 52 ton per tahun, perak 210 ton per tahun dan lainnya sampai ke timbal,” ungkap Erika Silva Manager Technical Affairs dan Smelting Project Support PT Freeport Indonesia, saat ditemui di Area KEK JIIPE, Kamis (30/3/2023).

Kelak, hasil produksi emas batangan itu akan dibeli oleh PT Aneka Tambang (Antam). Bahkan, pihaknya juga sudah melakukan penjajakan supaya produksi emas tersebut bisa diserap dalam rencana pembentukan Bullion Bank atau Bank Emas di Indonesia.

Baca juga: Ini Alasan Orang Ramai Beli Emas Jelang dan Pasca Lebaran

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas juga mengatakan, smelter tembaga ini bisa menghasilkan 600 ribu ton katoda tembaga per tahunnya. Selain itu, smelter ini juga akan menghasilkan 50 ton emas dan 150-200 ton perak per tahun.

Tony mengatakan, pembangunan smelter tembaga itu juga dibarengi dengan pembangunan precious metal refinery yang bisa ikut mengolah mineral mentah berharga lainnya seperti emas dan perak.

Sampai pada Februari 2023, kemajuan fisik secara total dari pabrik milik PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut sudah mencapai 56,5% atau sesuai dengan yang direncanakan.

“Target penyelesaian konstruksi fisik selesai di akhir Desember 2023, Dilanjutkan pre-commissioning dan commissioning hingga akhir Mei 2024. Mulai beroperasi ditargetkan pada akhir Mei 2024,” ungkap Erika Silva.

Erika menyatakan bahwa, smelter baru Freeport akan memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,7 juta metrik ton tembaga. Dengan begitu, smelter tembaga ini merupakan single line terbesar di dunia, lantaran melebihi kapasitas smelter tembaga yang ada di China dan Swedia yang berkapasitas 1,6 juta metrik ton.

Sumber: CNBC

BAGIKAN:

One reply on “Indonesia Bakal Punya Pabrik Emas Raksasa, Kapan Beroperasi?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *