Categories
Berita

Jelang Deal Stimulus AS, Harga Emas Melesat ke $1.922

Harga emas dunia melesat pada perdagangan Rabu 21 Oktober 2020 menyusul harapan akan cairnya stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) di pekan ini. Apalagi Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal akan menyetujui nilai stimulus yang lebih besar.

Melansir data Refinitiv, emas melesat 0,84 persen ke $1.922,46/troy ons di pasar spot. Posisi tersebut sedikit terkoreksi, pada pukul 17:44 WIB emas berada di level $ 1.918,21/troy ons, menguat 0,62 persen.

Stimulus fiskal di AS memberikan 2 keuntungan bagi emas. Yang pertama ketika stimulus cair, jumlah mata uang yang beredar di perekonomian akan meningkat, akibatnya nilai tukar dolar AS melemah.

Dolar AS dan emas memiliki korelasi negatif, artinya ketika dolar AS turun maka emas cenderung naik. Hal itu terjadi karena emas dibanderol dengan dolar AS. Ketika the greenback melemah, harga emas akan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, dan permintaan berpotensi meningkat.

Kemudian yang kedua, bertambahnya jumlah uang beredar berisiko memicu inflasi. Emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, sehingga akan diburu oleh pelaku pasar.

Baca juga: Stimulus dan Utang AS Membengkak, Harga Emas Siap Bangkit!

Harapan cairnya stimulus fiskal muncul setelah Nancy Pelosi, Ketua DPR (House of Representatif) memulai perundingan dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin sejak awal pekan lalu.

Pelosi yang berasal dari Partai Demokrat mengatakan setelah berbicara dengan Mnuchin dia berharap kesepakatan stimulus corona dapat dicapai pada akhir pekan ini.

Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows, juga mengatakan Pelosi dan Mnuchin akan melanjutkan perundingan di hari Rabu, dan berharap melihat adanya beberapa kesepakatan sebelum akhir pekan.

Meski demikian, masih belum diketahui berada nilai stimulus fiskal tersebut. Partai Demokrat yang menguasai DPR AS mengusulkan US$ 2,2 triliun, yang dianggap terlalu besar oleh Pemerintah AS yang mengusulkan US$ 1,8 triliun.

Kabar baiknya, Presiden Donald Trump, memberikan sinyal akan menyetujui stimulus yang lebih besar ketimbang yang diajukan Partai Demokrat.

“Saya akan menyetujui stimulus yang lebih besar dari diajukan Partai Demokrat,” kata Trump, sebagaimana dilansir Investing, Rabu (21/10/2020).

Namun, Trump tentunya mendapat tantangan dari partainya sendiri, Partai Republik, yang bahkan menyatakan proposal stimulus US$ 1,8 miliar Pemerintah AS terlalu besar.

Untuk diketahui, DPR AS dikuasai oleh Partai Demokrat, dan Senat AS dikuasai Partai Republik. Sehingga meski DPR-Pemerintah AS sepakat dengan nilai stimulus fiskal, tetap saja harus mendapat persetujuan Senat agar bisa cair.

Hal tersebut yang menyebabkan sulitnya stimulus fiskal gelombang kedua ini cair. Akan tetapi, cepat atau lambat stimulus tersebut tentunya akan cair karena diperlukan untuk membangkitkan perekonomian AS.

Jika pekan ini tidak cair, maka kemungkinan besar akan cari setelah pemilu presiden AS 3 November mendatang, setelah resmi siapa akan menjadi orang nomer 1 di AS, apakah petahana Donald Trump atau penantangnya Joe Biden.

Baca juga: Jelang Pilpres AS, Harga Emas Naik?

Sumber: CNBC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *