Categories
Berita

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Harga Emas Merangkak Naik

Foto: Reuters

Harga emas naik pada Selasa (15/12) pagi seiring masih meningkatnya kasus Covid-19, membayangi dimulainya program vaksinasi virus di AS dan Kanada. Negosiasi atas langkah-langkah stimulus AS terbaru pun terus berlanjut.

Harga emas berjangka naik 0,32 persen ke $1.837,90 per ons pada pukul 11.39 WIB dan XAU/USD menguat 0,41 persen di $1.834,68 menurut data Investing.com.

Dari tanah air, harga emas Antam turun Rp 1.000 dari Rp 952.000 pada Senin kemarin menjadi Rp 951.000 pagi ini menurut laman Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia pukul 08.17 WIB.

Baca juga: Waspada, Harga Emas Diprediksi Bergerak Liar Jelang Akhir Tahun

Para perawat di unit perawatan intensif (ICU) Kota New York menjadi warga Amerika pertama yang disuntikkan dengan BNT162b2, vaksin COVID-19 yang dikembangkan bersama oleh Pfizer Inc dan BioNTech SE, setelah pengiriman dimulai pada hari Senin. Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS memberikan otorisasi resmi penggunaan darurat untuk BNT162b2 pada 11 Desember.

Kanada juga mulai memvaksinasi petugas kesehatan garis depan dan penghuni panti jompo setelah menyetujui vaksin. Otoritas Ilmu Kesehatan Singapura juga memberikan persetujuannya kepada BNT162b2 pada hari Senin, negara Asia pertama yang melakukannya, dengan pengiriman pertama di kota itu tiba pada akhir Desember menurut Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Namun, peningkatan jumlah kasus COVID-19 secara global telah mendorong beberapa negara untuk memperketat langkah-langkah pembatasan. Kota New York dapat mengalami penutupan penuh kedua, dan negara bagian lain juga kemungkinan memberlakukan pembatasan yang diperketat.

Pemerintah Eropa juga memperketat langkah-langkah tersebut, dengan London memperketat aturan COVID-19 di Inggris mulai Rabu dan seterusnya. Belanda dan Jerman juga termasuk di antara negara-negara Eropa yang memperketat pembatasan.

Beralih ke Amerika Serikat. Negosiasi atas langkah-langkah stimulus terbaru terus berlanjut, dengan Partai Republik dan Demokrat bekerja untuk mencapai konsensus terkait proposal bipartisan senilai $908 miliar.

Meskipun harapan meningkat di kedua sisi bahwa RUU itu dapat disahkan, RUU pengeluaran $1,4 triliun untuk tahun fiskal yang dimulai pada 1 Oktober harus disahkan pada hari Jumat untuk menghindari penutupan pemerintah.

Di Inggris, harapan bahwa kesepakatan perdagangan pasca-Brexit dengan Uni Eropa dapat tercapai semakin meningkat. Namun, masih ada celah soal masalah utama, juru bicara Perdana Menteri Boris Johnson mengingatkan pada hari Senin.

Federal Reserve AS akan memulai rapat kebijakan terakhir bank sentral tahun ini. Bank of England dan bank sentral Meksiko, Swiss dan Indonesia akan menyusul pada hari Kamis, dengan Bank of Japan dan Bank of Russia merilis pada hari Jumat.

Sumber: Investing

One reply on “Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Harga Emas Merangkak Naik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *