Categories
Berita

Meroket di Akhir 2020! Harga Emas Sedikit Lagi Jebol $1.900

Harga emas meroket ke level $1.900 di hari terakhir tahun 2020

JAKARTAHarga emas dunia meroket sejak Rabu kemarin, dan berlanjut pada perdagangan terakhir tahun ini, Kamis (31/12/2020). Logam mulia ini sudah dekat dengan level US$ 1.900/troy ons, dan berpeluang besar akan dijebol sebelum pergantian tahun.

Pada pukul 8:06 WIB, emas diperdagangkan di kisaran US$ 1.899,41/troy ons, menguat 0,21 persen di pasar spot, setelah meroket 0,82 persen Rabu kemarin.

Harga emas di pasar spot mendekati $1.900 di hari terakhir tahun 2020

Jebloknya dolar AS menjadi pemicu kenaikan harga emas. Rabu kemarin, indeks dolar AS merosot 0,35 persen ke level 89,680 yang merupakan level terendah sejak 19 April 2018.

Baca juga: Bersiap Supercycle Komoditas di 2021, Saatnya Borong Emas!

Banjir likuiditas di perekonomian AS menjadi penyebab utama tertekannya dolar AS. Bank sentral AS, Federal Reserve, yang mengumumkan kebijakan moneter pertengahan bulan ini berkomitmen untuk menjalankan program pembelian aset (quantitative easing/QE) sampai pasar tenaga kerja AS kembali mencapai full employment dan inflasi konsisten di atas 2 persen.

Artinya kebijakan moneter ultra longgar masih akan dipertahankan dalam waktu yang lama. The Fed juga menegaskan akan menambah nilai QE jika perekonomian AS kembali melambat.

Kebijakan tersebut membuat perekonomian AS dibanjiri duit, maka wajar jika nilai dolar AS terus melemah. Secara teori, semakin banyak uang beredar maka nilai tukarnya akan semakin melemah.

Selain QE, The fed juga berkomitmen mempertahankan suku bunga acuan <0,25 persen dalam waktu yang lama.

Selain stimulus moneter, ada juga stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah AS. Di awal pekan ini, Presiden AS, Donald Trump, sudah menandatangani rancangan undang-udang (RUU) stimulus fiskal senilai US$ 900 miliar.

Presiden Trump sebentar lagi akan lengser dari jabatannya, dan digantikan oleh Joe Biden, pada 20 Januari mendatang. Biden sebelumnya sudah mengatakan akan menggelontorkan stimulus tambahan guna membantu perekonomian AS. Sehingga ke depannya, tekanan bagi dolar AS akan semakin bertambah.

Stimulus moneter dan fiskal tersebut membuat perekonomian AS banjir likuiditas, dan emas diuntungkan dari 2 sisi.

Yang pertama, seperti disebutkan sebelumnya moneter dan fiskal membuat dolar AS melemah. Emas dunia dibanderol dengan dolar AS, saat mata uang Paman Sam tersebut melemah, maka harganya akan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Alhasil permintaan berpotensi meningkat, harganya melesat.

Yang kedua, emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Stimulus moneter dan fiskal tersebut berpotensi memicu inflasi yang tinggi, sehingga permintaan emas sebagai aset lindung inflasi meningkat.

Sumber: CNBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *