Categories
Berita

Pasar Saham Jatuh, Emas Naik Tapi Melemah

HargaEmas.com – Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga acuan sampai tahun 2022 mengimplikasikan bahwa ekonomi AS membutuhkan waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) untuk sepenuhnya pulih dari kehancuran akibat pandemi Covid-19. Hal ini membuat pasar saham AS anjlok dan sebaliknya mendorong permintaan atas emas sebagai safe haven.

Pada perdagangan kemarin, Dow Jones langsung dibuka di zona merah dan anjlok 6,90 persen ke level 25.128. Demikian pula dengan Nasdaq Composite yang beberapa hari terakhir terus menciptakan rekor baru, hari ini akhirnya tumbang 5,27 persen ke level 9.494. Indeks S&P 500 juga bernasib sama yakni jatuh 5,89 persen ke level 3.002.

Lebih lanjut, muncul kekhawatiran akan datangnya gelombang kedua pandemi Covid-19 yang mulai menghantam beberapa negara. Di Amerika Serikat sendiri, dilaporkan peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara bagian seperti California, Texas dan Florida.

Beralih ke Index Dollar AS. Indeks Dollar AS pagi ini terlihat melakukan rebound setelah turun pada level terendah dalam tiga bulan. Dan ini yang harus dicermati baik-baik bagi investor emas di Indonesia dikarenakan harga emas Antam yang menjadi acuan harga emas di Tanah Air merupakan hasil konversi harga emas dunia ke Rupiah.

Secara teknikal, emas masih dalam tren naik, tapi kekuatannya terlihat mulai melemah. Penguatan emas lebih lanjut akan menguji level resisten terdekat di $1.754 (R1) yang apabila mampu ditembus maka akan bergerak menuju $1.761 (R2). Sementara itu, pelemahan emas akan berhadapan dengan level support terdekat yakni $1.727 (S1) yang merupakan level terendah hari ini dan kemudian level terendah kemarin di $1.714 (S2).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *