Categories
Berita

Penguatan Harga Emas Diprediksi Berlanjut Hingga Tahun Depan

Ilustrasi emas oleh SINDO photo

JAKARTA – Penguatan harga emas diprediksi masih akan berlanjut. Senior Investment Strategist, OCBC Bank Vasu Menon memperkirakan kebijakan reflasi pasca pemilu akan mendukung emas.

Suku bunga riil yang lebih rendah juga akan positif untuk emas. “Tingkat riil dapat turun jika pasar percaya bahwa ekonomi akan pulih dengan dukungan lebih The Fed untuk ekonomi di tengah pemerintah yang mengalami kebuntuan,” ujar Menon di Jakarta, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu prospek inflasi yang lebih tinggi akan menguntungkan emas sebagai pelindung nilai inflasi. “Kami positif terhadap emas karena bank sentral dapat mencetak uang tetapi tidak emas,” ucap dia.

Baca juga: Waspada, Harga Emas Diprediksi Bergerak Liar Jelang Akhir Tahun

Di sisi lain, gelombang besar kedua covid-19 dapat menyebabkan lebih banyak stimulus bank sentral. Ketika bank sentral meningkatkan pelonggaran kuantitatif, lanjut dia, kekhawatiran penurunan nilai mata uang akan mendorong emas lebih tinggi terhadap mata uang utama seperti USD, EUR, dan AUD.

Adapun permintaan pasar negara berkembang untuk perhiasan emas dapat menguat seiring dengan peningkatan pertumbuhan. Satu titik terang adalah China di mana peningkatan basis pertumbuhan menjadi lebih luas.

Menurut Menon, vaksin yang tersedia secara luas akan membuat kita lebih berhati-hati terhadap prospek emas, tetapi itu lebih menjadi perhatian untuk tahun 2022 atau seterusnya.

“Kami terus memperkirakan harga emas akan naik menjadi USD 2.150 per ons dalam waktu satu tahun,” tandasnya.

Sumber: SINDOnews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *