Categories
Emas Antam

Pesona Emas Antam Terus Memudar dalam Sepekan

Ilustrasi foto emas Antam

Jakarta – Harga emas milik PT Aneka Tambang (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terlihat melemah seiring mulai membaiknya perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS memicu optimisme pemulihan ekonomi yang lebih baik dan berdampak positif terhadap ekonomi Tanah Air.

Mengutip data Logam Mulia Antam, Sabtu, 21 November 2020, harga emas Antam di awal pekan atau tepatnya Senin, 16 November, berada di level Rp 985 ribu per gram. Kemudian pada Selasa, 17 November, harga emas Antam memudar ke posisi Rp 980 ribu per gram. Lalu pada Rabu, 18 November, harga emas turun lagi ke level Rp 975 ribu per gram.

Sedangkan pada Kamis, 19 November, harga emas Antam melemah tipis ke posisi Rp 973 ribu per gram. Lalu di akhir pekan atau tepatnya Jumat, 20 November, harga emas Antam bergerak stabil di posisi Rp 973 ribu per gram. Pesona emas Antam memudar lantaran investor lebih memilih instrumen investasi dengan risiko tinggi karena ekonom mulai pulih.

Grafik harga emas Antam November 2020

Sementara itu, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Emas dunia pamer kemilau didukung negosiasi paket bantuan covid-19 di Amerika Serikat (AS) yang kembali dilanjutkan.

Kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD 10,9 atau 0,59 persen menjadi USD 1.872,4 per ons. Emas menemukan dukungan tambahan karena kasus Covid-19 baru terus melonjak di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell telah setuju untuk melanjutkan negosiasi atas tagihan bantuan ekonomi covid-19, yang akan mencakup pengeluaran pemerintah yang besar-besaran, yang berpotensi menyebabkan lonjakan inflasi.

Perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 31,5 sen atau 1,31 persen menjadi USD 24,363 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD 5,7 atau 0,6 persen menjadi USD 957,2 per ons.

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan menerpa bursa saham Wall Street karena investor semakin khawatir atas kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di negara Paman sam.

Baca juga: Vaksin Moderna Bikin Harga Emas Turun, Investor Beralih ke Saham

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,75 persen menjadi 29.263,48. Kemudian S&P 500 turun 24,33 poin atau 0,68 persen menjadi 3.557,54. Indeks Komposit Nasdaq turun 49,74 poin atau 0,42 persen menjadi 11.854,97.

Sumber: Medcom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *