Categories
Berita Emas Antam

Waspada, Harga Emas Diprediksi Bergerak Liar Jelang Akhir Tahun

Foto: Emas batangan Antam ukuran 50 gram

JAKARTAHarga emas batangan produksi PT Antam turun pada perdagangan Senin (14/12/2020), melanjutkan penurunan sepanjang pekan lalu. Harga emas dunia yang masih belum mampu naik kembali menjadi pemicu penurunan harga logam mulia di dalam negeri.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan turun 0,22 persen ke Rp 89.412.000 per batang atau Rp 894.120 per gram. Sementara satuan 1 gram turun 0,21 persen ke Rp 954.000 per batang, setelah turun 0,63 persen sepanjang pekan lalu.

Harga emas dunia pada pekan lalu berfluktuasi, sempat melesat dan menyentuh level US$ 1.875 per troy ons setelahnya malah ambrol 1,7 persen. Dalam sepekan, emas akhirnya cuma mampu menguat tipis 0,08 persen di US$ 1.836 per troy ons.

Baca juga: Ini Sentimen yang Bakal Bawa Emas Kembali Berkilau di Akhir Tahun

Masih belum jelasnya ke mana emas dunia akan melangkah terlihat dari hasil survei mingguan yang dilakukan Kitco. Sebanyak 15 analis di Wall Street yang disurvei menunjukkan sebanyak 4 orang memprediksi emas akan bearish (tren menurun) di pekan ini. Artinya dalam 3 pekan terakhir, sentimen yang dominan dalam survei tersebut selalu berubah-ubah.

Pada pekan lalu, mayoritas memprediksi bullish (tren naik), sepekan sebelumnya bearish. Sementara di pekan ini, sebanyak 5 orang memberikan outlook bullish, dan sisanya netral.

Survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan 1.507 partisipan menunjukkan sebanyak 54% memberikan proyeksi bullish, 28% bearish, dan 17% netral.

Belum pastinya kapan stimulus fiskal jilid II di Amerika Serikat (AS) akan cair membuat harga emas “kehabisan bensin” untuk kembali menguat. Stimulus fiskal dan moneter merupakan “bahan bakar” utama emas menguat sepanjang pekan tahun ini.

Di pekan ini, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mengumumkan kebijakan moneter. Ada kemungkinan The Fed akan menambah nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) sebab hingga saat ini stimulus fiskal di AS masih belum cair dan pasar tenaga kerja AS kembali memburuk.

Jika itu terjadi, harga emas berpeluang melesat lagi.

Banyak analis juga memprediksi harga emas berisiko bergerak liar, sebab menjelang libur Natal dan Tahun Baru, volume perdagangan akan menurun, dan bisa memicu volatilitas tinggi. Ketika emas dunia bergerak liar, maka harga emas Antam juga bisa naik atau turun kencang.

Sumber: CNBC

4 replies on “Waspada, Harga Emas Diprediksi Bergerak Liar Jelang Akhir Tahun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *